DREEZEL COFFEE
Sejarah dan Pendirian
Dreezel Coffee didirikan pada tahun 2012 oleh dua orang founder bernama Andre dan Dio. Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga tahun untuk melakukan riset, menyusun strategi manajemen bisnis, dan uji coba kopi, mereka secara resmi melakukan grand opening pada tanggal 19 Februari 2015 di cabang pertamanya yang terletak di Jalan Cisangkuy No. 56, Kota Bandung.
Nama "Dreezel" sendiri diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti "perayaan panen para petani". Pemilihan nama ini didasarkan pada harapan bahwa Dreezel Coffee dapat selalu memberikan kemeriahan dan membuat setiap pengunjungnya merasa senang.
Visi dan Misi
visi
Menjadikan Dreezel Coffee sebagai merek internasional terkemuka yang diketahui oleh semua masyarakat.
Misi
Menyediakan kualitas premium pada setiap produknya dan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama.
Roastery
Selain menjadi kedai kopi, Dreezel Coffee telah melebarkan sayapnya ke dalam bisnis Roastery (penyangraian kopi). Mereka mulai menyuplai biji kopi panggang (roasted beans) ke berbagai kafe lain. Pada akhir tahun 2016, Dreezel Coffee menjalin kerja sama langsung dengan para petani kopi di Desa Kenawat, Aceh. Biji kopi Aceh Kenawat ini kemudian menjadi salah satu produk kebanggaan dan ciri khas dari Dreezel Coffee.
Konsep
Dreezel Coffee mengusung konsep tempat yang nyaman (homey) layaknya rumah sendiri, yang dirancang khusus sebagai ruang sosial bagi anak muda untuk berkumpul dan mengembangkan minat mereka.